Selasa, 02 Juni 2026

Nu, Aku Mau Nikah

Ikatan batin apalagi ini?
persis 5 tahun silam, atau mungkin sudah mau berjalan 6 tahun sejak pernikahannya berlangsung.
Izinkan aku untuk menuangnya kembali kedalam tulisan ini.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Badanku terbangun begitu saja, dan menjalani rutinitas seperti biasa setiap mau berangkat kerja.
Hari itu tampak berbeda, aku memimpikanya, mimpi ka novrian. 
Iya, dia hadir dalam mimpi ku. Dengan ramah ku sambut dirinya, aku pun lupa saat itu sedang ngapain didalam mimpi. gelap, tapi dengan jelas dihadapanku dia hadir, dengan sopan dan permisi menghampiriku yang sama sekali tidak tahu maksud dan tujuannya

"Nu, aku mau nikah"

Duarrrr jedderrrr

aku mematung dihadapannya yang makin lama makin menghilang. Dia pergi, aku pun pergi dan terbangun. Ah sudah pagi, itu hanya mimpi, dengan segera mandi, solat dan berangkat.

Bisa beraktivitas seperti biasa, tapi pikiran tidak bisa menolak.
Sepanjang perjalanan, aku memikirkan kalimat itu.
nu, aku mau nikah

berulang kali rekaman itu terputar, 
tapi tak ada yang bisa aku perbuat.

--------------------------------

Weekend pun tiba,
Memang mimpi itu hanya sebuah mimpi yang tak berarti apapun. Sabtu pagi menghirup udara segar dari balkon lantai 2, sambil santai nonton kartun.
Aku meraih handphone dan melihat update status teman-teman ku. 
"Ka novrian" 
Aku bergumam dalam hati saat melihat kontaknya berada dalam jejeran status yg belum ku lihat. Tapi status itu samar terlihat hanya ada biru dan coklat yang tidak jelas seperti kamera yg di zoom sangat dekat atau di blur
Penasaran?? Jelas
Dengan sangat berani aku membuka statusnya
Yang muncul ternyata sebuah video.
Ya, video yang biasa 
Dokumentasi sebuah ikon pernikahan, zoom in dan zoom out sepasang cincin,
Tidak ada mental yang ku siapkan sebelum melihat statusnya, aku bahkan terlupa akan mimpi ku beberapa hari lalu. 
Nu Aku mau nikah

--------
Lemes, tapi ikut bahagia. Tersenyum ikhlas bahwa ia mendapatnya jodohnya yang ternyata bukan aku.
Tak ada alasan apalagi hak untuk merasa tersakiti. Aku amat sangat merasakan bahagianya. 
Se sayang itu aku sama dia.
Lalu setelah melihat statusnya , apa aku diam saja dan meratapinya?
Tentu saja tidak. 
Aku tu udah gak ada malu nya sama ka novrian,
Aku reply statusnya,
Kakkk,... beberapa hari lalu kaka datang ke mimpi aku, izin mau nikah, nu aku mau nikah

Aku chat seperti itu, bahkan mungkin disaat dia sudah menjadi suami orang.

Bahagia selalu ya kak, sekarang kita sudah bersama pasangan masing-masing.
Aku tidak pernah menyesal, bahkan aku beruntung pernah terbalaskan perasaanku walopun sesaat.
Terima kasih sudah pernah membalas perasaan ini.





0 komentar:

Posting Komentar